Kamis, 05 April 2012

Trik biar keliatan pintar pas ujian

Hanya sekedar untuk bersenang-senang...!
Trik 1: Komat Kamit

Pandangi kertas ujian Anda sambil komat-kamit, niscaya orang yang melihat Anda pasti akan berpikir, ‘Waw, orang ini komat-kamit terus, pasti dia lagi mencoba mengingat-ingat kembali’. Ketika sedang komat-kamit, hindari kalimat basi seperti ‘was-wes-wos’, cobalah variasi komat-kamit lain seperti ‘cap-cip-cup-belalang-kuncup’ atau ‘dadadam-dadadam-dadadam-dadam (lho kok jadi lagunya radja?). Biar afdol, kamu bisa ikutin gaya Mbah Dukun sambil nyemburin aer ke seisi kelas.

Selasa, 03 April 2012

SERTIFIKASI 2012

Para guru calon peserta sertifikasi guru yang lulus Uji Kompetensi Awal (UKA) harus bersabar untuk ikut PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru). Sebab, Kemendikbud menjadwalkan PLGP bakal digelar Juni nanti.

Sama dengan UKA, PLGP ini dikomando oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dihubungi di Jakarta kemarin (2/4), Kepala BPSDMP-PMP Kemendikbud Syawal Gultom menuturkan, saat ini persiapan pelaksanaan PLGP periode 2012 terus dijalankan.

Gultom menuturkan, pertengahan April mendatang pihaknya menandatangani kontrak pelaksanaan PLPG dengan seluruh LPTK (Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan). Ikatan kontrak ini perlu mengingat LPTK adalah pihak yang terlibat teknis dalam pelaksanaan PLPG.

Setelah kontrak kerja ini diteken, seluruh guru peserta PLPG siap dididik dan dilatih. Gultom menuturkan, pihaknya menjadwalkan seluruh guru mulai masuk PLPG Juni nanti. Dia memilih bulan tersebut karena bertepatan dengan libur sekolah.

Gultom mengatakan, durasi PLPG ini ditetapkan 90 jam dan berlangsung sembilan hari. Dalam pelaksanaan PLPG ini seluruh guru atau peserta tidak dipungut biaya. Sebaliknya, guru akan mendapatkan uang makan.

Kamis, 22 Maret 2012

Hasil Uji Kompetensi Guru 2012



Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhirnya mengumumkan hasil akhir uji kompetensi awal (UKA) guru tahun 2012 yang telah dilaksanakan pada bulan Februari 2012 lalu.
Dengan nilai rata-rata 50,1 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didaulat mendapat predikat sebagai provinsi dengan nilai rata-rata UKA tertinggi.

Posisi 10 besar provinsi dengan nilai rata-rata tertinggi adalah :

1. DIY (50,1)
2. DKI Jakarta (49,2),
3. Bali (48,9),
4. Jawa Timur (47,1),
5. Jawa Tengah (45,2),
6. Jawa Barat (44,0),
7. Kepulauan Riau (43,8),
8. Sumatera Barat (42,7),
9. Papua (41,1)
10. dan Banten (41,1).

Sedangkan 5 propinsi dengan nilai rata-rata terndah adalah sebagai berikut:

1. Maluku (34,5),
2. Maluku Utara (34,8),
3. Kalimantan Barat (35,40),
4. Kalimantan Tengah (35,5),
5. dan Jambi (35,7),
 



Sedangkan guru-guru yang mendapat nilai tertinggi secara Nasional
- Desi Dwi Jayanti dari TK Islam Nurul Iman, Kabupaten Bogor dengan nilai 90,
- Nurfatah dari SD 8 Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Sumsel dengan nilai 80,
- Melany Wiwanty Parulian Mukuan dari SMP Advent Amurang Kabupateng Minahasa Selatan, Sulawesi Utara dengan nilai 87,5,
- Gatot Priadi dari SMAN 1 Karas Kabupaten Magetan Jawa Timur dengan nilai 90. 

Selamat atas pencapaian prestasi Bapak dan Ibu.


Hasil UKA dapat di download disini

Senin, 27 Februari 2012

MUSANG LUWAK

Sebelumnya kita telah membahas tentang kopi luwak. Hari ini kita akan membahas hewan seperti apa yang dapat menghasilkan kopi “fenomenal” dan “Kontroversial” yaitu KOPI LUWAK.


Kopi luwak dihasilkan dari kotoran musang luwak yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan kopi yang sangat enak di seluruh dunia. Musang luwak Paradoxurus hermaphrodite  adalah hewan menyusu (mamalia) yang termasuk suku musang dan garangan (Viverridae). Di Malaysia dikenal sebagai  musang pulut. Hewan ini juga dipanggil dengan berbagai sebutan lain seperti musang (nama umum, Betawi),  careuh (Sunda),  luak  atau  luwak  (Jawa), serta common palm civet, common musang, house musang atau toddy cat dalam bahasa Inggris
Musang bertubuh sedang, dengan panjang total sekitar 90 cm (termasuk ekor, sekitar 40 cm atau kurang). Abu-abu kecoklatan dengan ekor hitam-coklat mulus. Sisi atas tubuh abu-abu kecoklatan, dengan variasi dari warna tengguli (coklat merah tua) sampai kehijauan. Jalur di punggung lebih gelap, biasanya berupa tiga atau lima garis gelap yang tidak begitu jelas dan terputus-putus, atau membentuk deretan bintik-bintik besar. Sisi samping dan bagian perut lebih pucat. Terdapat beberapa bintik samar di sebelah menyebelah tubuhnya.
Wajah, kaki dan ekor coklat gelap sampai hitam. Dahi dan sisi samping wajah hingga di bawah telinga berwarna keputih-putihan, seperti beruban. Satu garis hitam samar-samar lewat di tengah dahi, dari arah hidung ke atas kepala. Hewan betina memiliki tiga pasang puting susu.
Musang luwak adalah salah satu jenis mamalia liar yang kerap ditemui di sekitar pemukiman dan bahkan perkotaan. Hewan ini amat pandai memanjat dan bersifat arboreal, lebih kerap berkeliaran di atas pepohonan, meskipun tidak segan pula untuk turun ke tanah. Musang juga bersifat nokturnal, aktif di malam hari untuk mencari makanan dan lain-lain aktivitas hidupnya.







Dalam gelap malam tidak jarang musang luwak terlihat berjalan di atas atap rumah, meniti kabel listrik untuk berpindah dari satu bangunan ke lain bangunan, atau bahkan juga turun ke tanah di dekat dapur rumah. Musang luwak juga menyukai hutan-hutan sekunder.
Musang ini kerap dituduh sebagai pencuri ayam, walaupun tampaknya lebih sering memakan aneka buah-buahan di kebun dan pekarangan. Termasuk di antaranya pepaya, pisang, dan buah pohon kayu afrika  (Maesopsis eminii). Mangsa yang lain adalah aneka  serangga,  moluska, cacing tanah, kadal serta bermacam-macam hewan kecil lain yang bisa ditangkapnya, termasuk mamalia kecil seperti tikus.
Di tempat-tempat yang biasa dilaluinya, di atas batu atau tanah yang keras, seringkali didapati tumpukan kotoran musang dengan aneka biji-bijian yang tidak tercerna di dalamnya. Agaknya pencernaan musang ini begitu singkat dan sederhana, sehingga biji-biji itu keluar lagi dengan utuh. Karena itu pulalah, konon musang luak memilih buah yang betul-betul masak untuk menjadi santapannya. Maka terkenal istilah kopi luwak dari Jawa, yang menurut ceritera dari mulut ke mulut diperoleh dari biji kopi hasil pilihan musang luwak, dan telah mengalami ‘proses’ melalui  pencernaannya!
Akan tetapi sesungguhnya ada implikasi ekologis yang penting dari kebiasaan musang tersebut. Jenis-jenis musang lalu dikenal sebagai pemencar biji yang baik dan sangat penting peranannya dalam  ekosistem hutan.
Pada siang hari musang luwak tidur di lubang-lubang kayu, atau jika di perkotaan, di ruang-ruang gelap di bawah atap. Hewan ini melahirkan 2-4 anak, yang diasuh induk betina hingga mampu mencari makanan sendiri.
Sebagaimana aneka kerabatnya dari Viverridae, musang luwak mengeluarkan  semacam bau dari kelenjar di dekat anusnya. Samar-samar bau ini menyerupai harum daun pandan, namun dapat pula menjadi pekat dan memualkan. Kemungkinan bau ini digunakan untuk menandai batas-batas teritorinya, dan pada pihak lain untuk mengetahui kehadiran hewan sejenisnya di wilayah jelajahnya.
 Ada empat spesies musang dari marga Paradoxurus, yalah:
1.  Paradoxurus hermaphroditus, musang luwak, yang menyebar luas mulai dari India dan bagian utara Pakistan di barat, Sri Lanka, Bangladesh, Burma, Asia Tenggara, Tiongkok selatan, Semenanjung Malaya hingga ke Filipina. Di Indonesia didapati di  Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, serta  Taliabu dan Seram di Maluku.
2.  Paradoxurus zeylonensis, menyebar terbatas di Sri Lanka.
3.  Paradoxurus jerdoni, menyebar terbatas di negara bagian Kerala, India selatan.
4.  Paradoxurus lignicolor, menyebar terbatas di Kepulauan Mentawai.

Musang luwak, Paradoxurus hermaphroditus.
Lukisan oleh Gustav Mützel, 1927.

Jenis lain yang serupa
§  Musang akar (Arctogalidia trivirgata), dengan ekor yang umumnya lebih panjang dari kepala dan tubuhnya, tiga garis punggung yang tanpa atau hampir tidak terputus, dan tidak memiliki bintik-bintik di sisi tubuhnya. Musang akar hidup di hutan.
§     Musang galing (Paguma larvata), biasanya lebih kemerahan (tengguli), tanpa bintik-bintik di sisi tubuh, wajah putih kekuningan dengan ‘topeng’ gelap kehitaman di sekitar mata.
§  Musang rase (Viverricula indica), ekor berbelang-belang sempurna, hitam putih, 6-9 buah.